Menu
web artikel yang berisi tentang banyak mengulas tentang teknologi

10 Saham Blue Chip Paling Prospektif dan Layak Dibeli

  • Bagikan

Sebagai pemula di dunia investasi, tak jarang kita menemukan istilah blue chip. Sebenarnya, apa itu saham blue chip?

Blue chip adalah sebutan buat saham yang sudah punya kredibilitas terus tumbuh nilainya. Predikat ini hanya bisa diperoleh oleh perusahaan setelah melewati proses panjang.

Itu sebabnya banyak penasehat investasi yang memberi saran untuk membeli saham blue chip bagi para newbie agar tidak tertipu investasi bodong.

Jika kamu penasaran apa perbedaan saham ini dengan saham lainnya, simak penjelasan Jaka!

Daftar Saham Blue Chip Terbaik

Ada banyak sekali saham-saham blue chip terbaik yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), lengkap dari berbagai sektor penting mulai dari perbankan hingga client items.

Namun, tidak semuanya banyak diminati investor karena beberapa pertimbangan seperti misalnya kinerja perusahaan, kinerja keungan perusahaan, hingga rekam jejak perusahaan di masa lalu.

Oleh karena itu, berikut Jaka telah mengumpulkan 10 daftar saham blue chip Indonesia yang paling populer dan laris diperjualbelikan di bursa.1. PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

Merupakan salah satu financial institution swasta terbesar di Indonesia, PT. Bank Central Asia Tbk. dengan kode saham BBCA adalah saham di sektor perbankan yang paling banyak populer di kalangan para investor.

Bukan tanpa alasan, pasalnya BBCA dinilai sebagai salah satu saham dengan kemampuan memberikan income terbaik untuk para pemegang saham, di mana rasio antara aset dengan earnings terbaik.

Pengelolaan perusahaan yang efisien pun menjadi faktor berikutnya, yang mana hal ini tercermin dari Return on Asset (ROA) yang paling tinggi di antara bank lain di kelasnya, serta tingkat kredit macet (NPL) yang rendah.

Fundamental yang kokoh.

Tingkat kredit macet yang rendah.

ROA tinggi di kelasnya.

Kapitalisasi terbesar di BEI.

Harga saham tergolong tinggi untuk investor pemula. 2. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

Selain BCA, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. pun merupakan salah satu emiten saham di sektor perbankan yang paling populer dan diminati investor karena performanya yang tergolong baik.

Tercatat di BEI dengan kode saham BBRI, bank BRI memiliki kemampuan manajemen kredit UMKM yang sangat baik hingga sulit dikalahkan oleh kompetitor.

BRI juga memiliki kapitalisasi pasar dengan jumlah fantastis, yaitu sebesar Rp372,35 Triliun according to 31 Maret 2020 dan terus bertumbuh hingga mencapai Rp567,39 Triliun pada hari ini (15/03).

Jumlah kapitalisasi pasar yang besar.

Pertumbuhan kredit BRI sangat konsisten.

Berkat pangsa pasar UMKM, BRI memiliki kompetitor yang sedikit.

Program restrukturasi kredit yang terdampak COVID-19 sangat berdampak pada laba Bank BRI. 3. PT. Astra International Tbk. (ASII)

Tercatat memiliki 6 lini bisnis mulai dari otomotif, teknologi informasi, infrastruktur, hingga jasa keuangan, maka tak heran jika PT. Astra International Tbk. (ASII) dipandang sebagai salah satu saham blue chip terbaik yang menjanjikan.

Saham ASII juga dinilai memiliki potensi capital gain yang tinggi, karena memiliki essential yang baik.

Di masa pandemi seperti sekarang, di mana sejumlah harga saham blue chip tengah mengalami penurunan termasuk salah satunya ASII pun dinilai sebagai waktu tepat untuk memulai berinvestasi saham.

Prospek bisnis yang dinilai menjanjikan.

Fundamental perusahaan baik.

Rutin membagikan dividen.

Harga saham ASII cenderung stagnan sejak lima tahun ke belakang. 4. PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)

Kebijakan make money working from home (WFH) dan PSBB yang diberlakukan sejak pertengahan tahun lalu memang sangat berdampak pada pendapatan jalan tol, atau dalam hal ini PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR).

Meskipun begitu, namun kinerja perusahaan serta fundamental JSMR yang masih dianggap bagus dan memiliki potensi besar di masa depan pun membuat saham ini tak sepi diminati para investor.

Terlebih keberadaan vaksin Corona yang sudah mulai diberikan kepada sebagian masyarakat pun dinilai menjadi pintu emas untuk peningkatan performa saham JSMR kedepannya.

Terbukti, saham JSMR yang semula mengalami penurunan di harga Rp2.340 pada Maret tahun lalu akibat pandemi, kini perlahan mulai kembali naik di harga Rp4.three hundred.

Prospek bisnis yang masih baik di masa depan.

Fundamental perusahaan baik.

Sangat terpengaruh oleh kondisi dan kebijakan pemerintah di pandemi sekarang ini. five. PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS)

Bergerak di bidang transportasi dan distribusi fuel bumi, PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) termasuk ke dalam daftar salah satu saham blue chip yang diminati oleh investor.

Performa perusahaan yang bagus dan dinilai memiliki essential yang bagus menjadi beberapa alasan utamanya.

Terlebih harga saham PGAS according to lembarnya juga tergolong mengalami peningkatan cukup drastis yang kini menyentuh harga Rp1.405, setelah pada tahun 2019 lalu masih dijual seharga Rp605 in line with lembarnya.

Prospek bisnis yang masih baik di masa depan.

Performa perusahaan untuk investasi jangka panjang masih menjanjikan.

Fundamental perusahaan baik.

Kinerja perseroan dipengaruhi kondisi ekonomi. 6. PT. Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)

Dari sektor consumer items, PT. Unilever Indonesia Tbk. dengan kode saham UNVR adalah salah satunya yang dinilai memiliki performa terbaik di industrinya.

Profit yang selalu meningkat dari tahun ke tahun menjadi salah satu alasannya. Tak hanya itu, Return on Equity (ROE) Unilever pun selalu di atas one hundred% sejak 2014, dan data terbaru menunjukkan di angka 145.09%.

Dengan ROE yang tinggi ini, artinya Unilever mampu menghasilkan laba dari setiap fairness yang diberikan pemegang saham.

Selain itu, beberapa produk Unilever seperti Rexona hingga Royco yang juga populer dan banyak diminati di pasar luar negeri pun menjadi kekuatan tersendiri bagi perusahaan ini.

Profit perusahaan yang terus meningkat dari tahun ke tahunnya.

Produk perusahaan sudah tersebar di pasar luar negeri.

Untuk jangka pendek, saham Unilever akan bergejolak (risky). 7. PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)

PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) merupakan perusahaan raksasa BUMN yang bergerak di jasa telekomunikasi.

Telkom terbilang cukup konsisten dalam memperoleh keuntungan bersih dari tahun ke tahunnya, meskipun kondisi perekonomian masih tidak menentu hingga saat ini dikarenakan pandemi.

Hal ini tentunya dipengaruhi juga oleh dukungan investasi modal yang sangat kuat yang diterima oleh Telkom sebagai perusahaan BUMN.

Tak hanya itu, produk Telkom yang sangat lengkap pun menjadi salah satu alasannya mengapa perusahaan ini berhasil memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi, serta earnings margin di atas kompetitor operator telekomunikasi lainnya.

Profit margin di atas kompetitor di industrinya.

Pembagian dividen yang konsisten yang mencerminkan kinerja perusahaan bagus.

ROE Telkom yang terus bertumbuh.

Saham perusahaan masih didominasi oleh investor asing. 8. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)

Merupakan salah satu produsen mie instan terbesar dan terpopuler di Indonesia, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menjadi salah satu emiten yang dinilai menawarkan potensi keuntungan tinggi di masa depan.

Bukan tanpa alasan, pertumbuhan penghasilan serta laba perusahaan yang konsisten dari tahun ke tahun menjadi salah satu faktornya.

Tak hanya itu, kapitalisasi pasar senilai Rp100,58 triliun yang dimiliki saham ICBP pun dianggap sebagai bekal yang cukup menjanjikan bagi para investor.

Ditambah lagi ICBP pun rutin memberikan dividen kepada para pemegang saham, sehingga artinya perusahaan memiliki kinerja yang baik.

Fundamental perusahaan baik.

Nilai kapitalisasi pasar tinggi.

Produk ICBP bukan hanya tersebar di pasar lokal, tetapi juga luar negeri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.