Astra International Didukung Model Baru dan Insentif Pajak

JAKARTA, investor.identity – PT Astra International Tbk (ASII) berpotensi lanjutkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga lampaui ekspektasi sebelumnya. Perkiraan tersebut didukung atas berlanjutnya insentif pajak penjualan mobil dan pemulihan ekonomi.

Kehadiran modal baru Toyota New Avanza dan Daihatsu New Xenia ikut menambah kepercayaan terhadap pertumbuhan kinerja keuangan perseroan. Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan juga akan didukung solidnya harga jual komoditas batu bara dan perkebunan.

Hal ini tentu akan memperbesar kontribusi kinerja keuangan perseroan hingga akhir tahun ini. Tren penguatan kinerja keuangan Astra International juga ditunjukkan realisasi perseroan hingga September 2021, yaitu laba bersih meningkat menjadi Rp 14,ninety seven triliun, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 14,03 triliun.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 130,34 triliun, dibandingkan hingga September 2020 sebanyak Rp 167,40 triliun.

Kinerja keuangan Astra International

Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya dan Fauzan Luthfi Djamal mengatakan, lonjakan keuntungan Astra International hingga September 2021 ditopang atas pertumbuhan penjualan mobil, seiring dengan berlanjutnya insentif pembebasan pajak penjualan barang mewah (PpnBM) mobil hingga akhir tahun. Lonjakan laba bersih tersebut juga didukung atas peningkatan harga jual komoditas batu bara dan perkebunan.

“Raihan laba bersih perseroan hingga kuartal III-2021 senilai Rp 14,97 triliun telah melampaui estimasi kami. Raihan tersebut setara dengan 79% dari target kami dan eighty five% dari perkiraan consensus analis,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Terkait prospek kinerja keuangan perseroan pada kuartal terkakhir 2021, dia mengatakan, diperkirakan lanjutkan pertumbuhan dalam beberapa bulan ke depan. Peningkatan didukung katalis berlanjutnya insentif pajak penjualan mobil. Perseroan juga mendapatkan dukungan positif dari bisnis penjualan sepeda motor yang terus mengalami peningkatan.

Penjualan mobil ASTRA. Foto: DOK B1photo

Tidak hanya itu, menurut dia, tren berlanjutnya peningkatan harga jual komoditas bersamaan dengan peningkatan produksi sawit akan menjadi dukungan positif bagi perseroan.

“Meski terbukapenguatan harga jual komoditas hingga akhir tahun, kondisi tersebut diproyeksikan belum dapat dipastikan berlanjut tahun depan,” terangnya.

RHB Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap peningkatan penjualan alat berat Komatsu, seiring dengan pertumbuhan harga jual komoditas.

Perseroan diperkirakan untuk merealisasikan penjualan alat berat minimum three hundred unit according to bulan tahun ini. Adapun, realisasi hingga akhir September 2021 telah mencapai 2.914 unit.

Harga saham ASII dalam satu dekade terakhir

RHB Sekuritas juga memberikan pandangan positif atas posisi kas perseroan yang besardengan kenaikan menjadi Rp 25,5 triliun hingga September 2021. Dana yang besar tersebut memungkinkan perseroan untuk melanjutkan ekspansi, baik organik dan  organik.

Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham ASII dari Rp 6.900 menjadi Rp 7.650 didukung atas kuatnya raihan laba bersih perseroan hingga kuartal III-2021 dan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan hingga akhir tahun ini. Pertumbuhan juga didukung berlanjutnya intensif pajak penjualan mobil hingga akhir tahun.

RHB Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih Astra Interantional menjadi Rp 18,94 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 16,sixteen triliun.

Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat dari Rp 175,04 triliun menjadi Rp 225,07 triliun.

Sementara itu, analis CLSA Sekuritas Sarina Lesmina dan Aimee Garibaldi memberikan pandangan positif terhadap kinerja keuangan Astra International setelah secara resmi meluncurkan version New Toyota Avanxa dan Daihatsu Xenia. “Model baru tersebut nampaknya menjanjikan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Pihaknya juga memberikan pandangan positif sejumlah perubahan pada model baru tersebut. Penyematan beragam fitur tersebut diharapkan bisa menempatkan penjualan Avanza dan Xenia kembali merajai dalam beberapa pekan ke depan.

CLSA Sekuritas memperkirakan peningkatan laba bersih Astra International menjadi Rp 19,sixty nine triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp sixteen,sixteen triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan melonjak dari Rp 175,04 triliun menjadi Rp 218,15 triliun.

Didukung sentimen positif kehadiran model baru mobil yang menjadi tulang punggung penjualan perseroan mendorong CSLA Sekuritas mempertahankan rekomendasi outperform saham ASII dengan goal harga Rp 6.900 untuk 12 bulan ke depan.

Editor : Gora Kunjana ([email protected])

Tinggalkan komentar